Chris James menjadi orang yang sembuh dari kebutaan dengan implan mata ini.
Anda pasti ingat dengan serial televisi
The Six Million Dollar Man dengan implan mata bioniknya. Kini mata bionik menjadi kenyataan dengan pemasangan mikrochip di belakang mata.
Adalah
Chris James, warga Inggris yang merasakan mukjizat. Setelah satu dekade
mengalami kebutaan, implan mata bionik menyebabkannya kembali bisa
melihat.
Sekarang James mampu melihat bentuk maupun cahaya dengan
microchip di bagian belakang matanya, dekat retina. Mikrochip 3 mm
persegi ini dipasang di Universitas Oxford, dan bekerja setelah tiga
pekan.
"Setelah sepuluh tahun dalam kegelapan, tiba-tiba terjadi
ledakan cahaya terang," katanya. Ia kemudian berharap pandangannya dapat
menafsirkan apa yang ditunjukkan microchip dengan semakin baik.
James
merupakan adalah satu dari dua pria Inggris yang pandangannya sebagian
telah dipulihkan dengan implan retina perintis. Pria Inggris yang lain,
Robin Millar, produsen musik yang paling sukses di Inggris, juga
bernasib sama. Millar mengatakan ia telah bermimpi melihat warna untuk
pertama kalinya.
Keduanya telah kehilangan penglihatan mereka
karena kondisi retinitis pigmentosa (RP), akibat sel-sel fotoreseptor
pada belakang mata secara bertahap berhenti bekerja.
Kisah mereka
kini membawa harapan kepada 20 ribu warga Inggris dengan kondisi
retinitis pigmentosa. Ini juga membawa harapan kepada setengah juta
warga lain yang kondisi matanya terkena degenerasi makula, sebuah
kerusakan pada inti retina.
Untuk memasang microchip tersebut,
James menjalani operasi sepuluh jam di Rumah Sakit Mata Universitas
Oxford. Operasi dilakukan untuk memasukkan lapisan microchip tipis di
bagian belakang mata kirinya. Tiga minggu kemudian pasca operasi,
microchip tersebut dihidupkan.
"Saat itu saya tidak tahu berharap
apa, tapi saya mendapat flash dalam mata saya, Ini rasanya seperti
seseorang mengambil foto dengan lampu kilat dan saya tahu saraf optik
saya masih bekerja," tutur James.
Microchip tersebut memiliki 1.500 piksel sensitif cahaya yang mengambil alih fungsi dari batang dan kerucut fotoreseptor retina.
Perangkat
tersebut dibuat oleh Retina Implant AG dari Jerman, yang menghubungkan
daya nirkabel yang ditanamkan di belakang telinga. Perangkat ini
terhubung ke sebuah unit baterai eksternal melalui piringan magnetik
pada kulit kepala.
Sensor cahaya akan dikonversi ke sinyal elektrik, kemudian sel dalam
retina sebelum diproses dalam sebuah gambar. Pengguna dapat mengubah
sensitivitas perangkat dengan tombol pada unit tersebut.
Dengan teknik ini, pandangan secara gradual kembali, dan memungkinkan pengguna melihat sesuatu dari jarak 20 kaki.
Salah satu tes pertama yakni melihatkan sebuah piring putih dan cangkir pada latar belakang hitam.
"Butuh
waktu bagi otak saya untuk menyesuaikan diri dengan apa yang ada di
depan saya. Tapi saya bisa mendeteksi kurva dan skema objek-objek ini,"
kata James, yang bekerja untuk Swindon Council.
Ketiga ahli yang
menjalankan percobaan ini yaitu Tim Jackson, seorang konsultan ahli
bedah retina di College Hospital King dan Robert MacLaren, profesor
ophthalmologi yang juga konsultan ahli bedah retina Universitas Oxford
di Rumah Sakit Mata Oxford. Mereka mengatakan percobaan tersebut telah
melampaui harapan dengan pasien sudah menggunakan kembali penglihatan
mereka.
Kini, lebih dari sepuluh warga Inggris dengan RP akan dilengkapi dengan implan, yang juga sedang diuji di Jerman dan Cina.
"Sulit
untuk mengatakan berapa banyak manfaat yang akan didapatkan setiap
pasien, perawatan perintisan ini adalah pada tahap awal," kata Jackson
"Meski
ini merupakan langkah yang menarik dan penting ke depan, banyak dari
mereka yang menerima perawatan ini telah kehilangan pandangan mereka
selama bertahun-tahun. Dampaknya, mereka melihat lagi, bahkan jika
perangkat tersebut bukan pandangan normal, bisa mendalam dan pada waktu
yang singkat bergerak," kata Jackson.
"Sejak beralih pada
perangkat ini, saya dapat mendeteksi cahaya dan membedakan skema objek,"
ucap Millar, yang mengalami kebutaan selama 25 tahun dalam album
bukunya "Diamond Life Sade".
"Saya bahkan telah memimpikan warna
yang sangat jelas untuk pertama kalinya dalam 25 tahun. Jadi bagian
dari otak saya yang telah tidur kini terbangun. Saya merasa ini sangat
menjanjikan dan saya senang bisa berkontribusi terhadap warisan ini,"
ungkapnya. |
DailyMail
Sumber VIVAnews Klik disini